Archive for August, 2008

nyontek lagi..ehe

Robbi….
Aku malu menghadap-Mu
Karena aku tahu….
Betapa bnayak dosa
Yang terpoles di wajah ini
Betapa bnayak cumbu rayu semu
Yang menyeretku kian jauh dari-Mu
Aku malu menatap-Mu
Walau lewat kerling dari sudut mataku
Karena aku tau betapa banyak nista
Yang kubiarkan lewat dipandanganku
Menjual mimpi harapan palsu
Dan semakin terlena aku
Terbuai melupakan-Mu

Robbi….
Sungguh aku malu
Tuk tega berdiri di hadapan-Mu
Karena aku tau…
Betapa angkuh dan aniayanya aku…
Merasa diri begitu besar dan sempurna
Sehingga syukurku jatuh limbung
Diterjang nafsu dan kesombonganku

Tapi…Ya Robbi…
Biarkan aku malu dan menyesali masalalu
Tuk mulai arif menghitung-hitung
Stiap detik yang kian membentang
Yang mungkin masih Kau sisakan untukku
Biaskan cakrawala baru tuk mengubah kelam hidupku

Biarkan aku malu ya Robbi….
Dipenghujung malam yang hening milik-Mu
Dalam tangis dan munajatku yang paling
Bening
Biarkan aku tumpahkan segala rasa
Segala rasa diatas sajadahku yang penuh air mata

PuiSi CiNta

Robbi…aku minta ijin
Bila suatu saat aku jatuh hati…
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Robbi… aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta…
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Robbi…
Bila suatu saat aku jatuh hati…
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan cinta-Mu
Dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Robbi…
Bila suatu saat aku jatuh cinta…
Pertemukanlah kami…
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Robbi…
Pintaku terakhir adalah…
Seandainya aku jatuh cinta…
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Ijinkan aku menemui kerinduanku

 

kita selalu mengeluh dgn apa yang Allah uji pada kita…
sampai kadang-kadang tak menduga bahwa Allah sebenarnya mengabulkan doa kita dgn ujianNYA…

sumber: dinawindi.blogspot.com

Leave a Comment

dari blog mb dinawindi….izin mengutip ya mbak…^^

Kutuliskan pagi ini untukmu,
Engkau yang digambarkan dengan indah
olehNya,
Lam yathmishunna insun qoblahum wa la jaann…
Belum tersentuh sebelumnya oleh
manusia dan jin

Kucoba tulis dengan sepenuh hati,
Mudah-mudahan kau baca dengan matamu
yang pula dibentuk tanpa cela olehNya..
Wa huurun ‘iin …
Bermata jeli

Jika Surga disebut ayat suci dengan
maqoomin aamin,
Tempat yang aman,
Maka disanalah orang-orang yang
dadanya penuh keyakinan,
Melabuhkan harapan …

Kutuliskan puisi sederhana ini untukmu,
Dengan ribuan pertanyaan,
Adakah mungkin maqoomin aamin itu,
terbit di dunia…
Tempat dimana kutitipkan harapan…

Allah pula yang telah menciptakan aku,
Sehingga kuserahkan padaNya pula,
penguasaan atas diriku,
Mudah-mudahan Ia yang tetapkan hatiku
memilihmu,
Agar nanti padaNya saja kuserahkan
penjagaan dirimu…

Wahai yang diibaratkan olehNya
dengan
kalimat sempurna,
Kaannahunna al yaquutu wal marjan…
Permata yakuut dan marjan,
Padamu kutuliskan rangkaian kata
sederhana ini,

Tak ada yang sempurna dalam pandangan manusia,
Begitu pula aku dengan kesadaran atau tidak,
Pastilah penuh cela dan aib yang belum kau sangka,
Biar kuhibur hatiku dengan janji itu :
Wa wa jadaka-a ‘iilan fa aghna…

Engkau adalah ayatnya,
Wa min aayatihi,
Dari jenisku sendiri,
An kholaqolakum min anfusikum azwajaa..

Kuharap temukan ketentraman disana,
Litaskunu ilaiha..
Semoga keridhoanNya mengantarkan pada
kasih dan sayang,
Wa ja’ala bainakum mawadah wa rahmah..
Sehingga makin terbuka akal kita akan
kesyukuran dan kesabaran,
Karena sungguh..
Inna fi dzalika la aayatin li qaumin
yatafakkaruun…

Kini biar kujaga diriku,
Agar nanti bisa tercapai asa itu,
bersamamu dalam sebuah mitsaqan
ghaliza,
Wahai …. di serambi hatiku,
Khairaatun hisaan … huurun
maqshuuraatun fiil khiyaam …

Amin ya Robbal ‘Alamin

———–ikhwan sejati——–

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya,

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
Tetapi dari kelembutan mengatakan kebenaran,

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa,

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja,
Tetapi bagaiman dia dihormati di dalam rumah,

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan,

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
Tetapi dari hati yang ada di balik itu,

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja,
Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya ,

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
Tetapi dari tabahnya dia menjalani lika liku kehidupan,

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Qur’an,
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca.

Leave a Comment