kenapa si saiah posting semua ttg HIV?kemaren ttg ‘cinta’ sekarang juga all bout HIV…gak..gak ada yang terinfeksi virus itu kok..tenang aja..:)..postingan yang ‘dear cinta’ bagus de..di baca gih..hehe
semua artikel ini harusnya di ikutsertakan lomba blog berapa waktu lalu..sayangnya karna artikelnya masih ’setengah mateng’ si saiah gak PD ngikutinnya..walhasil pas buka2 file lama..terlihat kembalilah artikel ini..mungkin bermanfaat bagi yg membutuhkan..sumbernya dari berbagai sumber..akan sangat berguna karna ternyata HIV ada obatnya..di baca de…
banyakan copy paste (ya iyalah led..kayaknya kamu gak sepinter itu buat nulis ilmiah gini
)..karna maen kopas aja..muun maap kalo ada yang rada gak nyambung..tapi trust me..i can explain apapun yu gak ngerti..hehe
bismillah..
***
4 tingkatan penyakit HIV: inkubasi, gejala akut, laten dan AIDS.
Yang disebut AIDS itu adalah tingkat 4 dari penyakit ini atau tingkat berapa pun tapi jumlah CD4 (sel yang diserang oleh HIV kurang dari 200 per mm3.
jadi bedakan dulu HIV dan AIDS. inilah mengapa dikatakan tidak semua orang yang kena HIV akan langsung mengalami AIDS. Ada orang yang terinfeksi HIV tapi bener2 tidak berlanjut ke AIDS (tahap 4). AIDS dapat dianggap sebagai tahap akhir dari infeksi HIV dimana pertahanan tubuh sudah sedemikian rendahnya sehingga banyak sekali kuman yang harusnya tidak berbahaya (bagi orang normal yang punya pertahanan tubuh yang baik) akan menjadi berbahaya bagi pengidap AIDS
setelah gejala ini muncul, sekitar 1 minggu hingga 3 bulan kemudian gejala ini tiba2 lenyap seakan2 virusnya tidur. Pasien seakan2 sembuh. ini masa laten. Masa laten amat bervariasi bisa sampe 10 tahun makanya ada orang yang kena HIV tapi tidak langsung kena AIDS
jadi kalo kamu tanya gimana gejala AIDS, akan banyak sekali (satu buklet kecil) tapi biasanya dokter akan curiga seseorang terkena AIDS bila demam terus menerus, diare terus menerus, batuk berkepanjangan dan turun berat badan. BIasanya dokter akan meminta org tsb menjalani test (test ini ada di beberapa puskesmas dan rumah sakit kecil) dengan terlebih dahulu mengikuti konseling. Semuanya ini disebut VCT (voluntary counseling and test)
Jadi kalo kamu “kemasukan” HIV kamu tertular HIV saat itu juga tapi baru kena AIDS beberapa waktu kemudian (beda2 tiap orang)
AIDS atau Acquired Immuno-Deficiency Syndrome adalah virus yang menyerang ” daya tahan tubuh manusia ” yang
ada didalam darah = CD4+T-cellen.
- virus ditemukan pada mereka yg melakukan ” kontak sex yg tidak sehat dan tdk aman ”.
- pecandu obat-obat terlarang narkotik dan sejenisnya yang selalu ” bertukar-tukar jarum suntikan
- jarum transfusi darah di rumah sakit yang tidak ‘’steril ”.
- virus seropositif yang ditularkan oleh ibu yg mengandung kepada bayi yg dikandungnya baik pada waktu ”melahirkan” juga pada waktu ” menyusui ”
AIDS/HIV virus dapat ditularkan melalui cara ;
- transfusi darah
- sperma
- air kental yang keluar dari vagina pada waktu ” sex”
- air yg membasahi permukaan vagina
- air susu ibu
- kehamilan
- terkena / terciprat darah orang lain
- jarum suntikan yg tidak steril
- bertukar-tukar jarum suntikan antara pen-candu
- pertolongan memberi hembusan nafas antara mulut ke-mulut pada waktu terjadi kecelakaan
Masa incubasi / bekerjanya – berkembang biaknya virus selalu memakan waktu yang lama yaitu antara 1 s/d 9 tahun
atau 1 s/d 10 tahun
Masa 1 s/d 9 tahun seseorang yang terkena virus tsb dikategorikan = SEROPOSITIF
Setelah masa 9 atau 10 tahun terlewat, seropositif berganti menjadi AIDS.
Satu2nya obat adalah MENCEGAH.
Gejala Klinis AIDS
AIDS mempunyai spectrum yang luas pada gambaran klinis. Pada awal permulaan terdapat gejala-gejala seperti terkena flu. Penderita merasa lelah yang berkepanjangan dan tanpa sebab, kelenjar-kelenjar getah bening dileher, ketiak, pangkal paha membengkak selama berbulan bulan, nafsu makan menurun/hilang, demam yang terus menerus mencapai 39 derajat Celcius atau berkeringat pada malam hari, diarrhea, berat badan turun tampa sebab, luka-luka hitam pada kulit atau selaput lendir yang tidak bias ssembuh, batuk-batuk yang berkepanjangan dan dalam kerongkongan, mudah memar atau pendarahan tanpa sebab. Gejala-gejala awal ini sering disebut AIDS Related Complex (ARC). Bila keadaan penyakit ini meningkat, penyakit ganas lain berkembang seperti: radang paru (penumocytis carinii), kandiasis oesophagus, cytomegalovirus atau herpes, sarcoma kaposi, tumor ganas pembuluh darah.
Infeksi karena jamur (Oral Candidiasis) Kandiasi nulut sejauh ini merupakan tanda di dalam mulut yang paling sering
dijumpai baik pada penderita AIDS maupun AIDS related complex (ARC) dan merupakan tanda dari manifestasi klinis pada penderita kelompok resiko tinggipada lebih 59% kasus.
Kandiasis mulut pada penderita AIDs dapat terlihat berupa oral thrush, acute atrophic candidiasis, chronic hyperplastic candidiasis, dan stomatis angularis (Perleche).
Aspek Medis meliputi :
1. Pengobatan Suportif.
2. Pencegahan dan pengobatan infeksi Oportunistik.
3. Pengobatan Antiretroviral.
Suportif
Penilaian gizi penderita sangat perlu dilakukan dari awal sehingga tidak terjadi hal hal yang berlebihan dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat menyebabkan perburukan keadaan penderita dengan cepat.
Penyajian makanan hendaknya bervariatif sehingga penderita dapat tetap berselera makan bila nafsu makan penderita sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat Anabolik Steroid.
Proses Penyedian makanan sangat perlu diperhatikan agar pada saat proses tidak terjadi penularan yang fatal tanpa kita sadari. Seperti misalnya pemakaian alat-alat memasak, pisau untuk memotong daging tidak boleh digunakan untuk mengupas buah, hal ini di maksudkan untuk mencegah terjadinya penularan Toksoplasma.begitu juga sebaliknya untuk mencegah penularan jamur.
Pencegahan infeksi oportunistik
Meliputi penyakit infeksi Oportunistik yang sering terdapat pada penderita infeksi HIV dan AIDS.
1. Tuberkulosis
Sejak epidemi AIDS maka kasus TBC meningkat kembali. Dosis INH 300 mg setiap hari dengan vit B6 50 mg paling tidak untuk masa satu tahun.
2. Toksoplasmosis
Sangat perlu diperhatikan makanan yang kurang masak terutama daging yang kurang matang.
Obat : TMP-SMX 1 dosis/hari.
3. CMV
Virus ini dapat menyebabkan Retinitis dan dapat menimbulkan kebutaan, Ensefalitis, Pnemonitis pada paru, infeksi saluran cernak yang dapat menyebabkan luka pada usus.
Obat : Gansiklovir kapsul 1 gram tiga kali sehari.
4. Jamur
jamur yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adalah jamur Kandida.
Obat : Nistatin 500.000 u per hari
Flukonazol 100 mg per hari.
AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah penyakit global yang menjadi masalah di seluruh dunia. Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, WHO melancarkan program The 3 by 5 Initiative dengan tujuan untuk menyuplai obat antiretroviral (ARV) kepada tiga juta pasien AIDS di negara berkembang menjelang tahun 2005.